(021) 22522161 - (021) 62304347

RAID SYSTEM

05 Jan

RAID SYSTEM

RAID Awalnya merupakan singkatan dari Redundant Array of Inexpensive Disks. Dan sekrang diubah menjadi Redundant Array of Independent Disks. Merupakan suatu sistim virtualisasi Storage yang mengabungkan beberapa Disk Drive menjadi suatu Single Image Storage. Data Didistribusikan ke semua Disk dengan beberapa cara yang disebut dengan RAID LEVEL tergantung pada kebutuhan redundansi dan performance. Perbedaan sckema atau layout data distribusi disebut dengan nama RAID yang diikuti dengan angka, seperti RAID 0, RAID 1 dll. Masing masing RAID Level memiliki perbedaan dari sisi reliability, availability dan capacity. RAID level diatas RAID 0 memiliki sistim proteksi jika terjadi kerusakaan drive secara fisik.

 

Standardnya hanya ada 5 RAID level tapi seiring dengan perkembangan teknologi muncul beberapa RAID level yang baru. Berikut adalah beberapa informasi akan RAID LEVEL.

 

RAID 0 . mengunakan konsep striping tanpa adanya MIRRORING and PARITY. Total kapasitas dari RAID 0 adalah sama dengan jumlah total kapasitas Drive yang di set ke dalam RAID 0 ini. Hampir sama dengan spanned Drive. Tidak ada Redundancy untuk menangani jika ada kerusakakn Drive. Sehingga jika salah sati Disk RUSAK, Keseluruhan RAID 0 akan mati total. Peluang Recovery data dari RAID 0 hanya bisa dilakukan jika keseluruhan DISK dapat di ambil imagenya. Kehilangan salah satu image disk akan mengakibatkan PARTIAL DATA RECOVERY

 

RAID 1. Menggunakan konsep MIRRORING data tanpa adanya PARITY dan Striping. Data Ditulis ke dalam Dua atau lebih Drive yang sama dengan konsep MIRROR SET.

 

RAID 2 merupakan Striping Byte Level dengan menggunakan Hamming Code parity.  Sampai saat ini RAID 2 ini sudah tidak pernah di pakai lagi.

 

RAID 3  Menggunakan konsep Striping dana data proteksi menggunakan system parity dimana parity data disimpan didalam sati single drive yang disebut dengan dedicated parity disk. Raid 3 ini juga tidak digunakan dalam prakteknya.

 

RAID 4 merupakan perkembangan dari RAID 3 dimana striping data dan dedicated parity lebih disederhanakan. Tapi nyatanya dalam implementasi lapangan juga jarang di temukan.

 

RAID 5 Menggunakan distributed Striping dan distributed Parity di semua Disk.  Tidak sama dengan RAID sebelumnya yang menggunakan dedicated Parity Disk.Informasi parity data di sebar di semua HD sehingga jika terjadi kerusakkan Drive, data akan bisa langsung di kalkulasi dari parity data yang ada. Minimum set untuk RAID 5 adalah 3 Drive. Dalam perkembangannya ada beberpa konsep parity data yang dibuat oleh masing masing produsen seperti DELL, IBM dan HP. Dimana masing masing menggunakan konsep parity datanya sendiri  sehingga dalam proses data recovery ada beberapa layout RAID 5 yang harus disesuaikan dengan produsennya masing masing dengan konfiguraasi RAID 5 yang berbeda beda.

RAID 6 merupakan perkembangan dari RAID 5. Dimana RAID 5 hanya mengadopsi single distriuted parity. RAID 6 mengadopsi DOUBLE distributed Parity. Minimum Set untuk RAID 6 adalah 4 DRIVE. Raid 6 bisa mengakomodasi sampai 2 kerusakan Drive. Data tetap bisa di kalkulasi jika terjadi 2 kerusakakn drive. Lebih dari itu RAID 6 akan DOWN.

 

Dalam implementasinya RAID memungkinkan digabung untuk masalah proteksi data dan keamanan data sehingga muncul beberapa Gabungan RAID ( NESTED RAID ) seperti RAID 01, RAID 10, dan RAID 50.

 

NON STANDARD RAID.

Masing masing raid level ada kelemahannya, dan untuk melengkaspi kelemahan kelemahan tersebut muncul beberapa RAID LEVEL baru yang bukanlaah standard RAID seperti RAID berikut :

 

HYBRYD RAID merupakan RAID yang bisa ditemukan di storage SYNOLOGY Storage, RAID ini memungkinkan menggunakan Harddrive dengan kapasitas apapun tanpa kehilangan kapasitas pada saat RAID dibentuk,

 

RAID DP ( Douple parity ) dapat ditemukan di Storage QNAP dengan technology Double parity dan dapat mengadopsi harddrive dengan kapasitas apapun.

 

BEYOND RAID dapat ditemukan di storage DROBO. Konsepnya bisa single drive proteksi atau multiple Drive proteksi. Dan bisa juga menggunakan harddrive dengan kapasitas apapun.